Ini adalah hari terakhir saya di ajang HijUp Model Look 2013. Saya tidak lolos menjadi 15 finalis. Rasa sedih pasti ada karena ingat orang-orang yang sudah mendukung dan mendoakan saya disini terutama orangtua, dan rasa sedih yang paling berat adalah berpisah dengan teman-teman semuanya. Saya memang orang yang susah untuk menangis, tapi kalau bertemu dengan sebuah perpisahan adalah hal yang cukup berat. Saya tidak sedih karena tidak lolos menjadi finalis, tapi sedih karena harus berpisah dengan mereka.
HML merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya banyak bertemu muslimah hebat dan berbakat disitu. Saya juga mendapat teman baru sayang sangaat baik. Inspirasi pun datang setelah mengikuti karantina HML selama 3 hari. Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi muslimah yang bermanfaat untuk banyak orang. Terimakasih HijUp atas kesempatan berharga ini. It was precious and unforgettable moment!
 |
| Nenden.Jatu.Fizka |
Alhamdulillah saya sampai di hari ke-2!. Foto diatas adalah foto bersama tetangga sekaligus teman sekamar saya Fizka dan Jatu. Seharusnya saya memiliki teman sekamar, tapi karena dia tidak datang jadilah saya tidur sendiri. Awalnya kesepian, tapi ada ide buat membuka pintu penghubung antar kamar saya dan kamar Fizka dan Jatu. Akhirnyaa saya tidak kesepian, punya teman ngobrol dan sharing.
Hari kedua ini jadwalnya ada sharing motivasi bersama Marshanda. Akhirnya bisa ketemu langsung sama Lala, hihihi. Sharing motivasi bersama Marshanda ini memang meluluhlantahkan perasaan. Rasa sedih dan haru dengar cerita hidupnya Marshanda yang sangaat inspiratif. Perjuangan dia jadi orang yang seperti sekarang bikin inget diri sendiri bagaimana perjuangan saya untuk bisa berdiri menjadi saya yang sekarang. Pesan yang disampaikan oleh Marshanda memang benar sekali dan sudah terbukti, teruji di dalam kehidupan pribadi saya bahwa dalam setiap kegagalan adalah rahasia Allah, dan dibalik rahasia Allah memiliki hikmah yang membuat diri kita akan lebih dekat dengan Allah Maha Pencipta.
On October 13th, 2012 UIN Fashion Fair 2012 was held Islamic Fashion Show at auditorium Utama Prof. Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. There was some fashion shows from various muslim designers like Jenahara, Najua Yanti, Monika Jufry, and etc. Zaura models and UFF model hunt became the models in this event.
Not only fashion show, we also had talk show with World Muslimah Beauty 2012, Nina Septiani, and beautiful actress from Indonesia, Risty Tagor. The special guest in this event is Dian Pelangi and our rector, Komarrudin Hidayat.
1 Juni 2012 is the unforgettable day in my life!. Why?
Yup! Karena hari ini hari berlangsungnya Talkshow "Fashion, World, and Religion" salah satu rangkaian acara UIN Fashion Fair 2012. Selain itu, hari ini saya jadi LO nya Muhammad Assad. Hampir semua orang Indonesia yang rajin baca buku seperti saya pasti tau siapa Muhammad Assad itu. Dia adalah penulis buku best seller di Indonesia, Notes From Qatar. Senang rasanya jadi LO Assad hari itu, karena saya emang nge-fans banget sama dia. Hampir semua bukunya mulai dari NFQ 1, dan NFQ 2 + tanda tangan Assad ada di rak buku saya di rumah. Walaupun saya belum punya buku NFQ Limited Edition, tapi bukunya sudah pernah saya baca (waktu itu pinjem Kevin).
Awal pertama ketemu Assad, rasanya deg-deg an takut orangnya gimanaa gitu, karena pas ngeliat dia umur 25 tahun tapi bawa mobil yang harganya milyaran bikin down. Bikin mikir, "gilaaaaa umur segini bawanyaa.... gue mau umur 21 baru punya motor satu. Pasti usaha dia maksimal banget". Apalagi Assad itu S1 di Malaysia, S2 di Qatar, dan SMA nya di Insan Cendikia. Keringet dingin deh ngadepin orang pinter. Takut banget ga nyambung ngomong sama orang pinter. Tapi, setelah kenalan langsung dengan Assad semua rasa deg-deg an ilang. Subhanallah, orang ini humble banget dan ramah. Siapa saja yang dia temuin pasti dia sapa, dia tanya kabarnya walaupun ngga kenal, dia juga senyum ke siapa aja walaupun ngga kenal. Dan saya cuman senyum-senyum sendiri ngeliatnya. Setiap ada orang yang minta foto dan tanda tangan, dia menyambutnya dengan ramah.
Bener-bener deh keramahan Assad pasti bikin para wanita terkagum-kagum, termasuk saya yang kagum sama sosoknya. Tapi yah kagum doang, kalau naksir mah saya naksirnya sama bapak Tebe seorang saja. Karena kekaguman itulah, saya menjadikan Assad sebagai salah satu inspirasi hidup saya. Umurnya yang masih muda dengan menjadi pengusaha, sukses di bidang akademik, punya pacar yang baik penampilannya, rajin ibadah, rajin sedekah, ramah, rendah hati, memberikan saya inspirasi untuk ikut sukses dan mendapatkan itu semua di usia muda. Yaah walaupun tidak mungkin se-sukses Assad :p
Shining Genre is a right word for Muslim fashion in Indonesia. Since it first appeared, the Muslim fashion in Indonesia proudly increase; from just became the host in their own country until expand the global market.
Ida Royani is the first Muslim designer in Indonesia. Since 1979, she made Muslim clothings, especially with ethnic touches. Ida Royani also known in the entertainment industry had been follow in some fashion shows in various countries of Singapore, Malaysia, Philippines, Pakistan and Russia. Some foreign media such as BBC London, New York Times to Le Monde (France) has interviewed Ida Royani as Muslim fashion designer. Because of her love of ethnic makes Ida chose weaving of East Nusa Tenggara (NTT).
 |
| Ida Royani Collection |
 |
| Ida Royani Collection |
Glamour, Elegant and Classical style is the signature style of Irna Mutiara’s collections. In every Irna La Perle collections which always look elegant and modern, Irna Mutiara always adds ethnic elements to her collections; she uses the technique of sulam usus Lampung. On her hands, she makes sulam usus Lampung looks extraordinary glamour with beads details. For IFW 2012, Irna Mutiara present "Revolusion of Lampung". Through this theme, Irna Mutiara makes sulam usus Lampung look modern. Irna Mutiara uses materials such as silk chiffon, silk satin and linen. Irna’s collections are for modern Muslim woman. She makes local content can be transform into a global content.
 |
| Irna La Perle Collection |
 |
| Irna La Perle Collection |
 |
| Irna La Perle Collection |
In this fashion show, NurZahra shows NurZahra Resort 2012 collections - Shibori & Indigo Batik Collections. Comfortable dresses that "travel friendly" and natural colour are the characteristic of this collection. By using blended cotton voile with Shibori technique (Japanese tie-dye technique) and batik patterned, the label tried to offer comfortable style. Polka-dot motifs, stripes, geometric can be found in Nur Zahra collections. Creative!
 |
| Nur Zahra Collection |
Art Kea Fashion Wear and Accessories has been known as the accessory label that has existed for over 20 years. Art Kea’s accessories always look elegant and beautiful. Now the label has evolved to produce a typical Muslim fashion with handmade detail, beautiful and stylish. By Tini Sardadi and Tina Martyana as the designer, Art Kea chooses Vivid Colour Riots as the theme of the show. Art Kea uses chiffon and silk with a sprinkling of sequins, embroidery, lace, crystal rocks up, made the collections of Art Kea looks so charming.
 |
| Art Kea Collection |
 |
| Art Kea Collection |
The theme of Dian Pelangi's fashion is "Africana Lady". This idea was inspired by African culture, combined with the traditional fabric of Indonesia. Dominated by African colors like brown, red, and gold in tribal motifs, Dian Pelangi mixed it with songket.